| Sejarah Kaifa |
|
|
|
|
Hidup di Doha mempunyai tantangan unik, yaitu tinggal di negara Islam tapi sebagian besar sekolah internasional tidak mengajarkan Islam sebagai subyek yang dipelajari secara mendalam. Secara sporadis timbul ide untuk mengajarkan mengaji pada anak-anak Indonesia di Qatar. Tapi keinginan itu hanya perbincangan pada waktu pengajian bapak atau ibu, sampai pada akhirnya beberapa orang berniat untuk memulai sebuah Taman Pendidikan Al Qur'an. Akhirnya di suatu hari di tahun 2005, beberapa orang berkumpul di rumah bapak Bidin berhasil mengumpulkan komitmen dan dana untuk memulai TPA tersebut yang akhirnya di beri nama KAIFA. Dalam bahasa arab kaifa berarti 'bagaimana' untuk menggambarkan keingin-tahuan anak-anak terhadap Tuhannya. Sedangkan KAIFA sendiri adalah singkatan dari Kajian Anak Islam Intensif Doha, sedangkan susunan pengurus ada di brosur yang dapat dilihat di menu Kurikulum dan klik di link brosur. Sedangkan tata tertib siswa KAIFA dapat di lihat dari buku panduan yang dapat di lihat dari menu Kurikulum Kaifa. Tempat mengaji KAIFA pertama kali adalah gedung serbaguna di compound Al Jawhara, yang pada saat itu beberapa pengurus KAIFA tinggal di sana dan mendapat ijin penggunaan dari pemilik compound. Setelah beberapa bulan mengaji di Al Jawhara, situasi menyebabkan semua pengurus KAIFA yang tinggal di compound tersebut untuk pindah ke tempat lain. Dengan ijin Duta Besar RI untuk Qatar bapak Wahid Maktub, pengajian KAIFA pindah ke gedung KBRI di Salata Jadid. Kami berterima kasih atas kesediaan KBRI untuk menyediakan tempat dan juga kesediaan beberapa staf KBRI untuk mengajar di KAIFA. Mulai tanggal 21 April 2007, QICC (Qatar Islamic Cultural Center) menyediakan 12 kelas di QICC untuk tempat belajar KAIFA. Sementara badan yang menghubungkan KAIFA dengan QICC adalah IDEA. Bagaimana hubungan IDEA dengan KAIFA dapat dilihat dengan klik di sini |
Mengaji di Doha 


