| Hubungan IDEA dengan KAIFA |
|
|
|
|
Sejarah Terbentuknya IDEA. Oleh Bapak Bidin Ulumuddin
Sejarah terbentuknya IDEA memang tidak terlepas dari sejarah perjuangan KAIFA untuk mendapatkan ruangan dan fasilitas di gedung QICC (Qatar Islamic Cultural Center). Diawali dengan pemanggilan pihak QICC kepada pihak KAIFA untuk membicarakan mengenai perkembangan pengajuan tempat dan fasilitas tersebut. Dengan harap-harap cemas, maka berangkatlah 5 orang pembina Kaifa (pak Komar, pak Marwoto, pak Hanief, pak Elza dan pak Bidin) menghadap pihak managemen dari QICC pada pertengahan bulan Febuary, tahun 2007. Dari hasil pertemuan tersebut, pihak QICC menanyakan nama badan/lembaga yang membawahi kegiatan dakwah masyarakat Indonesia di Qatar selama ini dan juga minta programnya untuk jangka waktu satu tahun kedepan. Menghadapi pertanyaan dan permintaan tersebut, maka pihak pembina Kaifa mengadakan rapat darurat yang bertempat di Musholla Al Basatin Compound di daerah Al Muaither. Rapat dihadiri oleh seluruh pembina Kaifa dan juga perwakilan dari pihak guru dan wali murid. Di dalam rapat dibahas mengenai apakah perlu tidaknya di bentuk suatu badan baru, dari yang ada selama ini, yang akan diajukan ke pihak QICC untuk mewakili kepentingan masyarakat Indonesia di Qatar. Pro dan kontra memang sempat terjadi, namun alhamdulillah, pada akhirnya semua peserta rapat sepakat untuk mendirikan suatu badan baru yang diharapkan bisa merepresentasikan masyarakat Indonesia di Qatar untuk berhubungan dengan pihak QICC. Maka di carikanlah nama lembaga dalam bahasa Inggris, yang kira-kira cocok, mudah diingat dan merepresentasikan masyarakat Indonesia di Qatar. Dengan rapat yang cukup alot dan melelahkan, akhirnya terbentuklah nama IDEA (Indonesia Daawa and Education Association) dan sekaligus mengamanahkan kepemimpinannya kepada Bapak Bidin Ulumuddin. |
| Berikut > |
|---|
Mengaji di Doha 


